SHALAT TARAWIH

Saat ini, kita telah memasuki bulan Ramadan tahun 2020. Tentunya bulan Ramadan menjadi bulan yang ditunggu-tunggu umat Islam di seluruh dunia. Pada bulan suci ini, semua amal ibadah dilipatgandakan pahalanya.Namun, bulan Ramadan tahun ini menjadi cukup berbeda. karena, di bulan suci kali ini puasa dijalani di tengah Covid-19. Hal ini membuat semua orang tidak bisa manjalani ibadah sholat tarawih berjamaah di masjid-masjid, seperti tahun-tahun sebelumnya. Meski menjalankan sholat tarawih di rumah, pahala yang didapat tidak akan berkurang.

Shalat tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam bulan Ramadhan. Shalat tarawih dapat dikerjakan sendiri atau berjama’ah di rumah dan atau berjama’ah di masjid,merujuk riwayat Aisyah, bahwa Nabi Muhammad mengerjakan shalat pada bulan Ramadhan,kemudian sejumlah orang mengikuti shalat Beliau (berjama’ah). Shalat tarawih dapat dikerjakan dengan 8 rekaat (Riwayat Aisyah, H.R. Syaikhoni) atau 20 rekaat (Tabi’in).

Berikut Tata Cara Sholat Tarawih :
Niat Sholat Tarawih “USHOLLII SUNNATAT-TAROOWIIHI ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAAHI TA’ALAA.”

Artinya: “Saya niat sholat sunnah tarawih dua raka’at menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.

1. Takbiratul Ihram

2. Membaca Doa Iftitah

3. Membaca Surat Al-Fatihah

4. Membaca Surat Alquran

5. Ruku’

6. I’tidal

7. Sujud

8. Iftirasy (Duduk di Antara Dua Sujud)

9. Sujud Kedua

Berdiri untuk mengerjakan rakaat yang kedua.

10. Membaca Surat Al-Fatihah

11. Membaca Surat Alquran

12. Ruku’

13. I’tidal

14. Sujud

15. Iftirasy (Duduk di Antara Dua Sujud)

16. Sujud Kedua

17. Tasyahhud Akhir

18. Salam

Setelah sholat tarawih , dianjurkan untuk melakukan sholat witir . Niat Sholat Witir “USHALLII SUNNATAL WITRI TSALAASA ROKA’AATIN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA’AN LILLAAHI TA’ALAA.”

Artinya : “Saya berniat sholat witir tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’alaa” .

Writed by Dr.Umar Samsudin,M.S.I
PROGRAM PASACASARJANA S2 PAI STAI BINAMADANI
Ramadhan,1441H 

Written by 

STAI Binamadani merupakan Perwujudan dari cita cita pendiri untuk memperjuangkan kesejahteraan kehidupan umat melalui perguruan tinggi yang dengan sengaja mentransfer ilmu ilmu agama, sosial, humaniora, dan eksakta.