NIAT PUASA RAMADHAN & HAL TENTANG RAMADHAN

Niat Puasa Ramadhan dan Hal-hal yang Berhubungan dengan Puasa Ramadhan

Niat adalah segala sesuatu yang akan dikerjakan dan akan menjadi tujuan. Niat berada dalam keseimbangan antara hati, lisan dan pikiran yang hakikatnya di dalam hati (Imam Nawawi), namun dalam pandangan Ulama lain (Sayid Bakri), niat dapat dilisankan dengan suara rendah (sunah). Keberadaan niat sangatlah penting, bahkan tanpa niat segala sesuatu tidak ada artinya (Hadits). Dalam ajaran Islam, segala sesuatu perbuatan diniatkan atau ditujukan hanya untuk dan kepada Allah SWT semata. Oleh sebab itu, hukum niat dalam semua ibadah mahdhah adalah wajib, termasuk niat dalam berpuasa Ramadhan. Niat puasa Ramadhan dilakukan pada setiap malam setelah maghrib sampai terbit fajar (Imam Syafi’i) atau sekali dijamak pada malam pertama bulan Ramadhan sebagai antisipasi apabila lupa (Imam Malik). Adapun lafadz niat puasa Ramadhan adalah sebagai berikut:

Niat untuk setiap malam:

نَوَيْ ت صَوْمَ غَ د عَنْ اَدَا ء فَرْ ض شَهْ ر رَمَضَانَ ه ذ ه السَّنَ ة لل تَعَالَى
“NAWAITU SHAUMA GHODIN ‘AN ADAA’I FARDHI SYAHRI ROMADHOONA HAADZIHIS SANATI LILLAHI TA’ALA”.
Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.

Niat untuk sekali dengan dijama’:

نويت صوم لجميع أيام شهر رمضا ن ه ذ ه السَّنَ ة لل تَعَالَى
“NAWAITU SHAUMA LI JAMII’I AYYAAMI SYAHRI ROMADHOONA HAADZIHIS SANATI LILLAHI TA’ALA”.
Artinya: Saya niat berpuasa untuk menunaikan semua hari di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.

Mengingat puasa tidak hanya sekedar menahan lapar, haus maupun nafsu saja, melainkan juga untuk melengkapi ibadah kita di bulan suci Ramadan ini. Berikut adalah hal – hal yang Berhubungan dengan Puasa Ramdhan :

Syarat Wajib Puasa:

1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Sehat
5. Bermukim (bukan musafir)
6. Suci (hari haid dan nifas)
Syarat Sah Puasa:
1. Islam
2. Berakal & mumayyiz
3. Suci (dari haid dan nifas)
4. Nyata masuknya bulan Ramadhan

Rukun Puasa:

1. Niat
2. Menahan diri dari semua perkara yang dapat membatalkan puasa
Perkara Yang Membatalkan Puasa:
1. Makan dan minum dengan sengaja
2. Memasukkan dengan sengaja benda ke dalam mulut atau lainnya.
3. Muntah dengan sengaja.
4. Keluar haid & nifas
5. Gila
6. Murtad
7. Keluar mani dengan sengaja
8. Bersetubuh di siang hari

Perkara Sunat Ketika Puasa:

1. Segera berbuka puasa
2. Berbuka dengan kurma
3. Baca do’a
4. Mengakhirkan sahur
5. Banyak membaca Al-Quran, berzikir, bersholawat dan membuat amal kebajikan
6. Sentiasa bersedekah
7. Menjauhkan diri dari perbuatan yang sia-sia atau tidak membawa manfaat
8. Mandi junub lebih awal sebelum masuk waktu subuh

Makruh Ketika Puasa:

1. Bersuntik
2. Berbekam
3. Berkumur-kumur
4. Memasukkan air de dalam rongga hidung secara berlebihan
5. Mandi berlebihan
6. Mencicipi makanan dengan ujung lidah

Hal-hal yang Dapat Mengurangi Pahala Puasa:

1. Berdusta
2. Ghibah
3. Ado domba
4. Sumpah palsu
5. Memandang seseorang degan nafsu sahwat
6. Berkata keji dan cacian maki

Golongan yang Wajib Qada’ Puasa:

1. Orang sakit yang ada harapan untuk sembuh
2. Orang yang Bepergian/ Musafir (Bukan Kerana Maksiat)
3. Orang yang kedatangan haid dan nifas
4. Orang yang meninggalkan niat puasa
5. Orang yang sengaja melakukan perkara2 yang membatalkan puasa
6. Orang yang mabuk
7. Orang yang sangat lapar dan dahaga

Mereka yang dikenakan Membayar Fidyah Puasa:

1. Mereka yang tidak dapat mengqada’kan puasa, sehingga masuk Ramadhan Kali Kedua (Fidyahnya 3,125 kg beras untuk setiap hari yang ditinggalkan di samping mengqada’ Puasa) yang tertinggal setahun kalau tidak diqada’, sehingga melampaui 2 tahun, maka dikenakan 7 kg beras, tetapi puasa tetap juga 1 hari (tiada ada tambahan)
2. Orang sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh
3. Lansia
4. Orang yang ada qada’ puasa tetapi meninggal dunia.
5. Perempuan yang mengandung/menyusui harus mengqada’ puasa dan membayar fidyah 1 gantang/3,125 kg beras setiap hari yang ditinggalkan, karena hawatirkn anaknya, tetapi sekiranya memudaratkan pada dirinya, dia hanya wajib mengqada’ puasanya

Kifarat Bersetubuh di Bulan Ramadhan:
Orang yang bersetubuh pada siang hari bulan Ramadhan, maka suami isteri harus mengqada’ puasa berkenaan dengan suami wajib membayar kifarat (denda) Seperti:
1. Memerdekakan seorang hamba mukmin L/P (sekiranya tidak mampu)
2. Berpuasa 2 bulan berturut-turut tanpa terputus (kalau tidak berdaya)
3. Memberi makan kepada 60 orang fakir miskin, meskipun persetubuhan itu diLakukan karena lupa.

 

Writed by: Dr. Umar S.
PASCASARJANA PROGRAM MAGISTER PAI
STAI BINAMADANI TANGERANG.
Ramadhan, 1441 H/2020 M.

Written by 

STAI Binamadani merupakan Perwujudan dari cita cita pendiri untuk memperjuangkan kesejahteraan kehidupan umat melalui perguruan tinggi yang dengan sengaja mentransfer ilmu ilmu agama, sosial, humaniora, dan eksakta.