Stunting Dan Sabotase Bonus Demografi

Perkembangan zaman yang mengalami kemajuan pesat di berbagai bidang diantaranya sosial, budaya, ekonomi serta teknologi nyatanya masih menimbulkan berbagai problematika khususnya di tanah air. Pemerataan terkait ekonomi nyatanya masih mengalami kesukaran di berbagai daerah terlebih dengan jumlah penduduk Indonesia yang kian bertambah setiap tahunnya. Ketimpangan sosial ini kemudian ini menyebabkan beberapa polemic yang menyebar dan naik ke permukaan. Gaungan Bonus Demografi yang menjadi Optimistis utama, kemudian mengalami dilematis ketika berhadapan dengan masalah sosial yang berawal dari “Hulu”. Masalah yang kerap terjadi akibat masyarakat ataupun pemerintah seakan abai dalam menanganinya dengan serius, hal ini adalah stunting.

Gambar dari Kompas

Diorama Stunting merupakan permasalah laten yang terjadi selama berpuluh puluh tahun kebelakang, dan bukan hanya isu sampingan yang naik kepermukaan akibat dari kontestasi perpolitikan dalam negeri. Terlebih data dari Kementrian Kesehatan menyebutkan bahwa setidaknnya sekitar 21,6% masyarakat di Indonesia mengalami prevalensi stunting. Tingginya rasio stunting ini tentu akan menjadi polemic dikemudian hari. Dilansir dalam laman kemkes.go.id, Stunting sendiri diartikan sebagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan Panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Stunting yang merupakan sebuah problematika yang tidak hanya mengakar pada permasalahan gizi, namun juga terkait kondisi sosial masyarakat ini juga berimplikasi pada daya serap ataupun pola pikir anak di kemudian hari.

Komalasari dalam Jurnalnya Faktor – faktor penyebab kejadian stunting pada balita menyebutkan setidaknya terdapat beberapa faktor yang menjadi “hulu” dari permasalahan ini. Yakni adanya Hubungan antara Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Adanya Status Pemberian ASI, Status Gizi Ibu saat Hamil, serta Pendidikan Ibu. Rangkaian faktor ini menjadi satu kesatuan yang tentunya perlu di perhatikan oleh orang tua terhadap anaknya. Di samping permasalahan ekonomi yang terjadi, penting bagi orang tua untuk meminimalisir terjadinya stunting di kemudian hari.

Gambar dari Human Innitiave

Pendidikan terkait stunting juga perlu menjadi catatan khusus bagi Pemerintah khususnya melalui berbagai elemen jajaran pemerintah daerah dalam hal melakukan edukasi terkait pentingnya mengetahui faktor – faktor penyebab stunting serta bagaimana solusi penanganannya. Hal ini di perlukan karena Stunting merupakan momok yang akan menghambat proses kemajuan bangsa di kemudian hari, dan bahkan merupakan Sabotase atas Bonus Demografi yang dimiliki oleh Indonesia. Hal ini dilandasi konseptual Jika Bonus Demografi merupakan motor penggerak Indonesia, maka dalil yang akan tertuang kemudian adalah bahwa Indonesia akan mengalami stagnansi yang disebabkan oleh Individu dari demografi tersebut yang mengalami stunting.

Gambar dari The Companion
Gambar dari The Muslim Vibe

Perhatian ini juga diperlukan untuk para calon orang tua yang ingin memasuki jenjang keterikatan dalam bahtera rumah tangga yang dalam hal ini adalah pernikahan. Masing – masing individu harus mengerti serta memahami Bagaimana caranya mengelola bahtera yang akan mereka arungi Bersama, terlebih melakukan Planning atas Kehamilan. Dikutip dalam Laman lifestyle.kompas setidaknya hamper semua ibu tidak menyadari, bahwa buku KIA yang berwarna merah muda gratis itu bisa menjadi Paspor sejarah tumbuh kembang anaknya. Hal ini yang perlu di perhatikan bagi para Orang tua. Orang tua bukan hanya sekedar memberikan asupan gizi namun harus mengetahui terkait kandungan gizi apa yang baik pada periode periode tumbuh kembang anak. “Publik kita masih suka melihat bayi Gembulita, padahal stunting adalah tentang tinggi badan anak.”

Permasalahan stunting dapat diatasi jika semua elemen bekerja sama, aktif, serta terbuka akan akar yang menjadi sebab dari stunting itu sendiri. Karena perlu diyakini, anak merupakan Penerus dari kedua orang tua yang perlu di tumbuhkan dengan baik dan layak, serta Pemerintah dalam hal ini perlu memperhatikan terkait Perkembangan sosial yang ada di lingkungan masyarakat, karena Stunting adalah Langkah sabotase atas Bonus Demografi. Jika terdapat penanganan yang keliru ataupun gagap dalam mengambil kebijakan penanganan hal ini, maka Indonesia kedepan dipastikan akan mengalami stagnansi atau bahkan keterpurukan akibat kualitas dari sumber daya manusianya sendiri.

Written by 

STAI Binamadani merupakan Perwujudan dari cita cita pendiri untuk memperjuangkan kesejahteraan kehidupan umat melalui perguruan tinggi yang dengan sengaja mentransfer ilmu ilmu agama, sosial, humaniora, dan eksakta.